| Radiator Behr Source: https://germanoem.ca/radiator-behr-1j0121253ad-beh.html |
Temperatur mobil kamu tiba-tiba naik, AC mendadak nggak dingin, atau muncul uap tipis dari balik kap mesin? Banyak orang langsung panik dan berpikir ada kerusakan yang serius, padahal sering kali penyebabnya sederhana: air radiator hampir atau bahkan sudah habis.
Radiator adalah kunci dari sistem pendinginan kendaraan. Tugasnya menjaga suhu mesin supaya tidak melonjak terlalu tinggi. Selama cairan pendingin mengalir dengan cukup, mesin akan terjaga suhunya. Begitu air radiator mendadak, masalah mulai bermunculan, mulai dari suhu mesin melonjak hingga yang paling parah mesin bisa rusak karena terlalu panas (overheat)
Nah, sebelum sampai ke skenario terburuk, ada baiknya kamu tahu dulu bagaimana cara cek air radiator dan apa saja tanda-tandanya.
Cara Mengetahui Air Radiator Habis
Sebetulnya bisa saja kamu tidak membuka kap mesin dan mengintip bagian dalam radiator untuk tahu apakah air pendinginnya masih ada atau sudah habis. Ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan langsung dari dalam kabin maupun dari luar mobil.
1. Jarum suhu merangkak ke merah
Di dashboard mobil kamu, ada indikator suhu mesin. Dalam kondisi normal jarum berada di tengah-tengah atau naik sedikit dari tengah tergantung jenis dan merk mobil. Kalau kamu llihat jarumnya bergeser ke arah merah secara perlahan atau lampu indikator suhu menyala, itu pertanda sistem pendinginan sedang kewalahan. Salah satu penyebab paling umum yakni air radiator yang habis sehingga tidak ada yang bersirkulasi ke dalam mesin.
2. AC tiba-tiba terasa tidak dingin
Ini yang sering bikin bingung. AC sudah dinyalakan dalam waktu yang cukup lama, freon masih ada, tapi suhu kabin tetap panas. Ternyata, ketika suhu mesin naik akibat kurangnya air radiator, mobil secara otomatis akan mengurangi beban mesin, salah satunya dengan menghentikan kerja kompresor AC. Hasilnya, AC terasa tidak dingin padahal tidak ada masalah pada sistemnya sendiri.3. Uap keluar dari kap mesin
Ini tanda yang paling kasat mata dan tidak boleh diabaikan. Jika ada uap putih muncul dari kap mesin, kemungkinan besar ada air radiator yang mengenai bagian mesin yang panas lalu menguap seketika. Ini bisa terjadi karena selang bocor, water pump bermasalah, atau sambungan selang yang terlepas.
Cara cek air radiator langsung
Cara paling andal tentu dengan mengecek langsung. Lihat tabung reservoir (tabung plastik transparan di samping radiator) di situ ada garis batas minimum dan maksimum. Kalau level cairan sudah di bawah garis minimum, waktunya diisi ulang dan cari titik kebocoran. Lakukan pengecekan ini saat mesin dingin, jangan saat mesin baru mati atau masih panas sebab air radiator bisa muncrat karena tekanan tinggi .
Air Radiator Cepat Habis Karena Apa?
Kalau kamu sudah isi air radiator tapi dalam waktu singkat airnya habis lagi, berarti ada sesuatu yang tidak beres. Berikut beberapa penyebab yang paling sering ditemui:
- Kebocoran pada selang atau sambungan radiator adalah biang kerok terbesar yang sering terjadi. Selang yang sudah tua bisa saja retak atau mengeras akibat paparan panas mesin yang terjadi bertahun-tahun. Saat tekanan di dalam sistem pendingin meningkat, retakan kecil ini akan jadi jalur keluarnya cairan, kadang menetes ke lantai, kadang langsung menguap sehingga tidak terlihat.
- Tutup radiator yang sudah rusak juga tidak boleh diremehkan. Tutup ini bukan sekadar penutup biasa, fungsinya menjaga tekanan dalam sistem. Kalau karetnya sudah getas atau per di dalamnya lemah, tekanan akan los dan air radiator bisa menguap lebih cepat dari seharusnya.
- Kebocoran pada water pump adalah penyebab lain yang cukup sering terjadi. Water pump bertugas memompa cairan pendingin ke seluruh bagian mesin. Kalau seal-nya bocor maka cairan akan terus berkurang secara perlahan membuat sirkulasi pendinginan terganggu.
- Gasket kepala silinder yang bocor merupakan kondisi yang lebih serius. Kalau hal ini terjadi, air radiator bisa masuk ke ruang bakar dan ikut terbakar, gejalanya knalpot mengeluarkan asap putih pekat dan oli berubah warna jadi kecoklatan seperti kopi susu. Biasanya bengkel menyebut kasus ini sebagai “air radiator nyebrang”
Kenapa Air Radiator Tidak Boleh Diisi Penuh?
Ini pertanyaan yang wajar, kalau takut kehabisan kenapa tidak isi sampai penuh saja sekalian?
Ternyata, mengisi air radiator sampai penuh dan luber justru berbahaya. Tabung reservoir yang kamu lihat di ruang mesin itu punya tujuan khusus yaitu menampung luapan cairan saat mesin panas. Ketika suhu mesin naik, tekanan dalam sistem pendingin ikut meningkat, dan sebagian cairan akan didorong keluar menuju tabung reservoir ini.
Kalau tabung sudah terlalu penuh sejak awal, tidak ada ruang untuk menampung luapan itu. Akibatnya, cairan bisa tumpah ke area mesin yang panas, atau lebih parah, tekanan berlebih bisa membuat selang radiator pecah.
Pabrikan sudah menyediakan dua tanda batas di tabung reservoir: batas bawah (lower) dan batas atas (upper atau full). Solusi terbaik yaitu isi cairan sampai berada di antara kedua garis ini, tidak kurang dan tidak melebihi garis atas.
Satu hal yang tidak kalah penting yakni jangan isi radiator dengan air keran biasa. Air biasa meninggalkan endapan mineral yang lama-lama menyebabkan korosi pada komponen logam di dalam sistem pendinginan. Gunakan coolant atau cairan khusus radiator yang memang dirancang untuk tahan panas, tahan karat, dan bekerja optimal di suhu tinggi.
Radiator coolant |
Kesimpulan
Sistem pendinginan kendaraan mungkin bukan sesuatu yang sering kamu pikirkan sampai tiba-tiba ada masalah. Dengan mengetahui tanda-tanda air radiator habis dan rutin mengecek levelnya setiap beberapa minggu sekali, kamu bisa menghindari kerusakan yang jauh lebih mahal.
Intinya sederhana, jaga level cairan pendingin antara garis minimum dan maksimum, gunakan coolant yang tepat, dan kalau air radiator terus berkurang padahal baru diisi segera bawa ke bengkel untuk diperiksa lebih lanjut. Lebih baik satu kali ke bengkel sekarang daripada mesin overheat di tengah jalan.
Referensi: