Saat ini, beragam mobil listrik hadir di Indonesia sebagai alternatif pilihan kendaraan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat pertama kali rilis di Indonesia, yang paling diingat adalah tarikan gasnya yang instan lalu keheningannya juga diunggulkan karena wajar saja, motor penggeraknya mengeluarkan suara yang sangat minim dan cenderung tidak terdengar. Tapi ada satu komponen yang banyak orang tidak sadar mengenai pentingnya komponen satu ini yakni ban.
Hyundai Ioniq 5 |
Banyak pemilik mobil listrik baru sadar kalau suara ban dan serta angin jadi lebih terdengar saat mobil melaju baik pelan maupun kencang, karena di mobil mesin konvensional suara-suara itu biasanya tidak terdengar karena samar oleh suara mesin. Selain itu, ban di mobil listrik juga harus menanggung beban kerja yang lebih besar, hal ini berkaitan dengan bobot baterai dan tenaga yang datang instan. Yuk, kita cek faktanya.
Apakah Ban Mobil Listrik Berbeda Dengan Ban Konvensional?
Jawabannya: iya, beda, meski secara kasat mata bentuknya mirip dengan ban mobil bensin. Secara fisik ban EV dan ban mobil konvensional memang terlihat sama, tapi konstruksinya disesuaikan dengan karakter mobil listrik itu sendiri. Bagian yang paling jelas perbedaannya adalah bagian sidewall atau dinding ban yang dibuat lebih kuat untuk menahan bobot kendaraan yang besar akibat adanya baterai.
Karena baterai mobil listrik bisa menyumbang 30-50 persen dari total bobot kendaraan, maka perlu ada penyesuaian pada bagian dinding ban, ditambah lagi motor listrik ini menyalurkan torsi penuh secara instan begitu pedal gas diinjak sehingga berimbas pada akselerasi yang menciptakan sensasi berkendara yang menyenangkan, beda dengan mesin bensin yang butuh waktu membangun tenaga. Kombinasi ini bikin ban EV dirancang dengan struktur lebih kokoh, biasanya pakai sabuk baja dan sidewall lebih tebal serta teknologi peredam suara seperti busa akustik di inner liner supaya kekedapan kabin tetap terjaga.
Jadi kalau kamu pasang ban mobil bensin biasa ke mobil listrik, secara teknis masih bisa jalan namun performanya tidak akan maksimal baik dari sisi kenyamanan maupun ketahanan.| Perbandingan Ban EV dan Ban Konvensional Sumber: https://www.icipneutouchette.ca/en/resources/electric-vehicles-best-choice |
Apakah Ban Mobil Listrik Lebih Cepat Habis?
Kondisi ban mobil listrik biasanya sudah mulai menurun kualitasnya setelah dipakai sekitar 20.000-30.000 km, atau hampir separuh dari umur ban mobil konvensional pada umumnya.
Penyebabnya kembali ke dua faktor tadi yakni bobot kendaraan yang berat dan torsi instan dari motor listrik. Setiap kali kamu menginjak gas, tenaga yang cenderung penuh langsung tersalur ke roda, menciptakan friksi lebih besar dibanding mobil bensin yang torsinya naik bertahap.Untuk mengatasi hal tersebut. Rajin cek tekanan angin dan rutin rotasi ban setiap 10.000 km bisa membantu memperlambat ban cepat habis atau aus.
Cara Memilih Ban Khusus EV
Setelah tahu perbedaannya serta mengapa ban EV lebih cepat habis, pertanyaan yang sering muncul tentu bagaimana memilih ban yang cocok? Berikut hal-hal yang perlu kamu cek sebelum ganti ban mobil listrik.
- Perhatikan load index. Karena bobot EV lebih berat, pilih ban dengan indeks beban yang sesuai, kalau bisa berlabel "XL" atau extra load. Info ini tertera di dinding ban bersamaan dengan ukuran ban.
- Cari ban dengan rolling resistance rendah. Semakin rendah hambatan gulirnya, semakin hemat energi yang dipakai mobil, dan ini berdampak langsung ke jarak tempuh per sekali pengisian daya.
- Pastikan ada fitur peredam suara. Kabin EV sangat senyap, jadi pilih ban dengan teknologi noise reduction supaya suara tapak ban nggak terlalu mendominasi.
- Sesuaikan dengan gaya berkendara. Sering bawa mobil di jalan kota yang stop-and-go? Prioritaskan ban dengan ketahanan aus yang baik. Kalau sering ke luar kota, cari yang seimbang antara kenyamanan dan efisiensi.
- Jangan asal pilih demi harga murah. Godaan terbesar biasanya pakai ban mobil bensin biasa karena lebih terjangkau. Tapi ban ini nggak dirancang menahan beban dan torsi khas EV, risikonya malah keausan dini dan biaya lebih besar jangka panjang.
| Panduan memilih ban untuk mobil listrik |