Saat ini bisnis kuliner di Indonesia berkembang dan bertumbuh pesat. Fenomena ini tentunya didasari oleh data BPS tahun 2023 yang mencatat ada sekitar 4,85 juta usaha penyediaan makanan dan minuman di seluruh Indonesia, tumbuh lebih dari 21 persen dibanding tahun 2016. Dari jumlah itu, sekitar 14,55 persen bergerak sebagai usaha makanan dan minuman yang bersifat mobile yakni berjualan sambil berpindah lokasi.
Bisnis yang bersifat mobile ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ini berwirausaha, namun salah satu tantangan terbesarnya yaitu terkait urusan memilih kendaraan. Salah pilih mobil, bisa-bisa biaya operasional menggerus keuntungan bahkan sebelum bisnis sempat berkembang.Nah, kalau kamu sedang merencanakan usaha kuliner berbasis kendaraan entah itu food truck, jualan keliling, atau katering yang butuh armada distribusi, simak tips-tips pada artikel berikut ini.
Bagaimana cara memilih mobil operasional yang baik?
Memilih mobil untuk usaha kuliner itu beda dengan beli mobil pribadi. Di sini, kendaraan adalah aset penunjang dalam bisnis kuliner kamu sehingga ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum tanda tangan di surat pembelian:- Sesuaikan ukuran mobil dengan skala usaha. Kalau kamu baru mulai dengan modal terbatas dan menu yang relatif simpel, rasanya tidak perlu langsung ambil kendaraan besar. Pick up atau van kecil sepertinya sudah cukup. Sebaliknya, jika sudah punya rencana usaha skala menengah dengan peralatan dapur yang banyak, pertimbangkan untuk membeli kendaraan dengan kapasitas muat yang lebih besar.
- Prioritaskan efisiensi bahan bakar. Kendaraan untuk usaha akan dipakai hampir setiap hari. Selisih konsumsi BBM satu liter saja, kalau dikalikan dengan ratusan hari operasional per tahun, jumlahnya bisa signifikan. Pilih mesin yang irit dan cocok untuk rute operasional kamu apakah lebih banyak jalan dalam kota atau mungkin luar kota.
- Pertimbangkan fleksibilitas untuk modifikasi atau custom. Food truck bukan sekadar mobil biasa. Kendaraan ini perlu dimodifikasi misal dipasang kompor, wastafel, area penyimpanan, bahkan sistem listrik mandiri. Pilih rangka dan bodi mobil yang memang fleksibel untuk dimodifikasi tanpa merusak struktur aslinya.
- Cek ketersediaan suku cadang. Mobil yang suku cadangnya mudah ditemukan di bengkel sekitar sangat penting. Kalau kendaraan mogok dan suku cadangnya harus pesan dari luar kota, usaha kamu bisa berhenti berhari-hari dan itu kerugian nyata.
- Pertimbangkan kondisi baru vs bekas. Bagi yang modalnya terbatas, membeli kendaraan bekas dalam kondisi baik bisa jadi pilihan cerdas. Yang penting, lakukan inspeksi menyeluruh sebelum membeli.
Mobil Terbaik Untuk Bisnis Makanan
Setelah tahu kriterianya, sekarang kita masuk ke pilihan konkret. Beberapa jenis kendaraan di bawah ini sudah terbukti banyak dipakai oleh pelaku usaha kuliner di Indonesia:- Daihatsu Gran Max Blind Van Ini favorit untuk pemula. Dimensinya cukup luas, harganya relatif terjangkau, dan kabin tertutupnya cocok untuk menjaga kebersihan makanan serta peralatan masak. Kapasitas muatnya mencapai 0,72 ton, cukup untuk memuat berbagai perlengkapan dapur standar.
- Suzuki Carry Pick Up Pilihan klasik yang nggak pernah salah. Lincah di jalan sempit, perawatannya murah, dan suku cadang ada di mana-mana. Cocok untuk usaha makanan keliling yang butuh mobilitas tinggi di dalam kota.
- Mitsubishi L300 Kalau usaha kamu sudah mulai berkembang dan butuh kapasitas lebih besar, L300 adalah jawabannya. Mesin dieselnya tangguh untuk membawa beban berat dalam jangka panjang, dan bak belakangnya luas untuk menyimpan lebih banyak peralatan.
- Isuzu ELF Untuk skala food truck yang lebih profesional dengan dapur lengkap. Kabin panjangnya memungkinkan kamu memasang berbagai peralatan masak sekaligus, termasuk freezer atau mesin espresso. Cocok bagi yang sudah serius membangun brand food truck.
- Suzuki APV Pilihan yang cukup populer karena desain minibusnya mudah dimodifikasi dan kabinnya lega. Harga bekasnya pun masih terjangkau di kisaran Rp 85 jutaan.
Memilih mobil untuk usaha kuliner memang bukan perkara mudah. Tapi kalau kamu sudah tahu apa yang kamu butuhkan mulai dari skala usaha, jenis menu yang dijual, budget investasi hingga rencana lokasi operasional maka pilihannya akan jauh lebih mudah. Satu hal yang penting, jangan terburu-buru. Survei dulu, bandingkan, dan pastikan kendaraan yang kamu pilih benar-benar mendukung pertumbuhan bisnis kamu dalam jangka panjang, bukan sekadar terlihat keren di foto.
Referensi:
Tags:
Automotive for Business